Monday, May 18, 2020

MANUSIA YANG DIBANGGAKAN ALLAH!

Hamba yang Dibanggakan Allah

 

👉 Siapa yang tidak bangga ketika ada orang yang memuji kebaikan kita di hadapan orang lain? Sudah lumrah kita merasa bangga jika pujian disematkan untuk kita. Namun, sebenarnya ada hal yang jauh lebih membanggakan lagi jika yang memuji kita adalah Allah, Tuhan semesta alam, apalagi kita dibanggakan dihadapan malaikat. Orang seperti apakah yang dibanggakan Allah di hadapan malaikat ? Ya. Allah sangat bangga dengan orang yang senantiasa mengikuti majelis zikir yaitu salah satu ibadah yang memuji dan mengagungkan Allah. Rasulullah saw. mengibaratkan majelis zikir merupakan taman surga yang berada di dunia hal itu dikatakan dalam sabdanya, "Apabila kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah. Para sahabat bertanya apa taman surga itu? Rasulullah menjawab majelis zikir." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

 

✍ Rasulullah menjelaskan bahwa Allah sangat membanggakan di hadapan malaikat bagi orang yang mendatangi majelis zikir. Diriwayatkan dari Muawiyah ra. bahwasanya beliau berkata, "Sesungguhnya Rasulullah pada suatu ketika keluar menuju suatu golongan yang berkumpul dari kalangan para sahabatnya, lalu Rasulullah berkata, 'Apakah yang menyebabkan kalian semua duduk di sini?' Para sahabat menjawab, 'Kami duduk untuk berzikir kepada Allah, memuji pada-Nya karena telah menunjukkan kami semua kepada Islam dan mengaruniakan kenikmatan Islam itu untuk kami. Lalu Rasulullah bersabda, 'Demi Allah apakah kalian semua duduk di sini hanya untuk itu? Sesungguhnya Aku bukannya menyuruh kalian untuk bersumpah atas tuduhan meragukan kalian, tetapi Jibril datang kepadaku dan memberitahukan bahwa Allah membanggakan kalian di hadapan para malaikat.'" (HR. Imam Ahmad, Imam Muslim, Imam Nasa'i , dan Tirmidzi)

 

👉 Allah akan memberikan rahmat kepada hamba-Nya,  membanggakan dan memujinya di hadapan para mahluk yang ada di sisi-Nya yaitu para malaikat bagi umatnya yang mendatangi majelis zikir. Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda, "Tidaklah berkumpul suatu kelompok yang berzikir kepada Allah, melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapan-Nya." (HR. Muslim)

 

👉 Bagi orang yang senantiasa berzikir dalam majelis zikir, maka Allah pun akan berzikir untuk orang yang demikian di hadapan para malaikat. Hal itu dikatakan Rasulullah dalam hadis Qudsi dari Mu'az bin Anas bahwasanya Allah swt. berfirman: "Tidaklah seseorang berzikir pada-Ku dalam hatinya kecuali Aku pun akan berzikir untuknya di hadapan para malaikat-Ku. Dan tidak juga seseorang berzikir pada-Ku di hadapan orang-orang kecuali Aku pun akan berzikir untuknya di tempat yang tertinggi." (HR. Thabrani)


AMALAN SUNNAH MENGANTARKAN KE SYURGA



Menggapai Surga dengan Amalan Sunnah

 

✍ Surga merupakan tempat maha luas yang dipenuhi istana-istana indah di dalamnya. Ia merupakan balasan setimpal bagi orang-orang beriman yang selalu beramal saleh selama hidupnya di dunia. Istana di surga dijanjikan oleh Allah swt kepada orang-orang yang telah membangun masjid di dunia. Hal tersebut berdasarkan hadis riwayat Ibnu Majah nomor: 738 yang bermakna, "Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga."

 

👉 Tak hanya membangun masjid, terdapat beberapa amalan ringan lainnya yang juga berpahala sebuah istana di surga. Salah satunya yang disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad jika seseorang yang membaca surat al-Ikhlas sebanyak 10 kali maka, ia berhak mendapatkan istana di surga. Hadis yang juga tercantum di dalam kitab Ash Shahihah karya Syaikh Albani tersebut berbunyi, "Siapa yang membaca qul huwallahu ahad sampai ia merampungkannya sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga."

 

👉 Selain itu, mendirikan 8 rakaat salat sunah sebelum juhur juga berbalas istana di surga. Rincian dari shalat sunah tersebut ialah, 4 rakaat salat dhuha dan 4 rakaat salat sunah rawatib sebelum dhuhur. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Ath-Thabrani dalam kitab Ash-Shahihah karya Syakh Albani yang bermakna, "Siapa yang salat dhuha empat rakaat dan salat sebelum juhur empat rakaat, maka dibangunkan baginya rumah di surga."

 

👉 Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwasanya seseorang yang melakasanakan salat rawatib sebanyak 12 rakaat dalam sehari juga diganjar dengan pahala serupa. Salat rawatib ialah salat sunnah yang dikerjakan sebelum atau sesudah salat wajib yang lima waktu. Rasul bersabda dalam hadis riwayat Muslin nomor: 728 yang bermakna, "Barang siapa mengerjakan salat sunnah dalam sehari-semalam sebanyak 12 rakaat, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di surga." Dalam hadis riwayat at-Tirmidzi nomor: 414 dirincikan bahwa 12 rakaat salat rawatib tersebut antara lain: 4 rakaat sebelum dhuhur, 2 rakaat sesudah dhuhur, dua rakaat sesudah magrib dan isya serta 2 rakaat sebelum shubuh.

 

👉 Amalan lainnya yang dibalas dengan istana di surga ialah meninggalkan perdebatan meski dalam posisi benar, tidak berdusta meski sekadar bercanda, dan berakhlak mulia. Hal tersebut senada dengan sabda Rasul dalam hadits hasan riwayat Abu Daud nomor: 4800 yang berbunyi, "Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya."

 

✍ Menutup celah dalam barisan salat juga menjadi salah satu amalan yang berbalas istana di surga. Barisan dalam salat merupakan salah satu syarat sempurnanya salat. Untuk itu sangat dianjurkan setiap muslim untuk meluruskan shaf salat dengan merapatkan kaki-kaki dan bahu-bahu di antara mereka. Dilansir dalam kitab Ash-Shahihah sebuah hadis riwayat Al-Muhamili yang bermakna, "Barang siapa yang menutupi suatu celah (dalam saf), niscaya Allah akan mengangkat derajatnya karena hal tersebut dan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga."


USTAD PENCURI?

USTAD PENCURI


 Seorang Ustad diundang makan malam oleh sepasang suami istri di rumah mereka.

 Setelah Ustad itu pergi,

si istri berkata kepada suaminya,

Uang kita hilang, aku pikir Pak Ustad yang mengambil uang 5jt di meja itu..

 "Padahal uang itu akan aku berikan untuknya."

 Dengan marahnya si suami berkata, "Jika begitu dia pencuri!

Jadi kita tidak perlu datang ke pengajiannya lagi.

 Dua bulan kemudian si wanita bertemu dengan Ustad itu di jalan dan dengan terpaksa menyapa Sang Ustad.

 "Ass. Wr. Wb. Pak Ustad, tentu anda menyadari bahwa sudah lama kami tidak hadir di pengajian karena kami marah padamu.

 Ketika anda makan malam di rumah kami, di meja ada uang 5jt yang hilang, setelah anda pergi.

 Dan Pak Ustad adalah satu-satunya orang yang datang ke rumah kami hari itu."

 Sang Ustad dengan tersenyum menjawab:

Ya benar aku yang mengambil uang itu dan menaruhnya dalam Alqur’an anda, agar tidak terkena tumpahan saus."

 Maafkan saya kalau waktu itu saya tidak beri tau anda, karena saya pikir kalian tiap hari pasti buka Alqur’an.

 Wanita itupun amat malu dan meminta maaf kepada sang Ustad.

 Setelah Kembali ke rumah, dia mengambil Alqur’an dan menemukan 5jt berada didalam Alqur’an sudah selama dua bulan.

 Selama dua bulan si wanita dan suaminya tidak pernah membuka dan membaca Alqur’an.

 Selama dua bulan mereka telah menuduh Ustad-nya itu telah mencuri uang mereka.

 Sahabat..

Semoga kita tidak seperti kisah suami dan isteri diatas..

 Jarang Membaca Alqur’an,

berprasangka buruk dan menghakimi orang lain yang belum tentu bersalah.


AKHLAKMU MENGANGKAT DERAJATMU!



Cara Meningkatkan Derajat Manusia

 

✍ Setiap orang pasti akan mendambakan kemuliaan di dunia hingga di akhirat, namun kebanyakan dari mereka hanya berkhayal saja. Oleh karena itu, untuk mendapatkannya diperlukan usaha yang maksimal serta perjuangan yang tak ada akhirnya.

 

👉 Salah satu misi Islam adalah untuk mengangkat derajat manusia dari kegelapan jahiliah menuju zaman kegemilangan yang bersumber dari ilmu pengetahuan sehingga derajat manusia betul-betul mulia dibandingkan makhluk yang lainnya. Abu Abdurrahman as-Sulami dalam Tabaqat As-Sufiyah mengutip perkataan Imam As-Sirri as-Siqthi:

ﺃﺭﺑﻊ ﺧﺼﺎﻝ ﺗﺮﻓﻊ اﻟﻌﺒﺪ اﻟﻌﻠﻢ ﻭاﻷﺩﺏ ﻭاﻷﻣﺎﻧﺔ ﻭاﻟﻌﻔﺔ

 

Ada empat hal yang mampu mengangkat derajat manusia. Pertama, Ilmu. Kedua, Adab atau sopan santun. Ketiga, Amanah. Keempat, menjaga diri dari hal yang terlarang.

 

✍ Dari penjelasan ini, manusia bila memiliki ilmu dan berupaya mengamalkannya niscaya akan mulia hidupnya, lebih-lebih bila prilakunya dihiasi dengan akhlak yang baik yang akan menambah wibawa dirinya dihadapan makhluk yang lainnya. Adapun yang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah kemampuan diri dalam memegang amanah yang diberikan kepadanya, karena salah satu ciri orang yang beriman adalah mampu menjaga amanat, terutama dengan menjaga diri agar tak terjatuh kedalam lubang kehinaan yang menyengsarakan nasibnya kelak.

 

👉 Keempat hal di atas merupakan dasar-dasar bagi seseorang untuk mendapatkankan kemuliaan di dunia dan akhirat, seyogyanya untuk selalu diamalkan dalam kehidupan.


PENYAKIT HATI II!



Hati-hati Dengan Hati

 

✍ Hati merupakan pusat dari seluruh anggota tubuh manusia. Jika hati ini baik, maka seluruhnya akan baik pula. Sebaliknya, jika hati itu rusak, penyakit hati menjangkiti, maka rusak juga seluruh anggota. Sebagaimana yang Nabi sabdakan:

أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ. رواه البخاري ومسلم.

 

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, dan jika segumpal daging tersebut buruk, maka) buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati”. (HR al-Bukhari dan Muslim)

 

👉 Kerusakan hati merupakan suatu hal yang fatal, karena penyakit hati lebih rumit untuk diobati daripada penyakit yang terjadi secara zahir, karena penyakit hati merupakan penyakit batin. Di antara penyakit hati yaitu ‘Ujub, Takabbur, Sum'ah, dan Hasud.  Dalam kitab Imam an-Nawawi, at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qurân¸ ada doa yang berbunyi:

 

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوْبَنَا وَأَزِلْ عُيُوْبَنَا وَتَوَّلَنَا بِالْحُسْنَى وَزَيِنَّا بِالتَّقْوَى وَاجْمَعْ لَنَا خَيْرَ الآخِرَةِ وَالْأُوْلَى وَارْزُقْنَا طَاعَتَكَ مَا أَبْقَيْتَنَا

 

”Ya Allah, perbaikilah hati kami, hilangkanlah keburukan kami, bimbinglah kami dengan jalan yang terbaik, hiasilah kami dengan ketakwaan, kumpulkanlah bagi kami kebaikan akhirat dan dunia dan anugerahkanlah kami ketaatan kepada-Mu selama Engkau menghidupkan kami.

 

👉Meski doa ini masuk ke dalam bagian doa Khatmil Quran, secara lafaz dan isi yang terkandung dari doa di atas, kita dapat juga membacanya agar hati kita diperbaiki oleh Allah swt. Oleh karena itu,  maka umat Islam berkewajiban untuk menjauhi dosa besar dan dosa kecil. Mereka perlu mengetahui mana perbuatan yang mengandung kemaksiatan untuk dihindari. Mereka juga dianjurkan untuk berdoa sebagai bagian dari ikhtiar untuk menjauhi masiat tersebut.

 

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ التَوْبَةَ وَدَوَامَهَا وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ المَعْصِيَةِ وَأَسْبَابِهَا وَذَكِّرْنَا بِالخَوْفِ مِنْكَ قَبْلَ هُجُومِ خَطَرَاتِهَا، وَاحْمِلْهُ عَلَى النَّجَاةِ مِنْهَا وَمِنْ التَّفَكُّرِ فِي طَرَائِقِهَا وَامْحُ مِنْ قُلُوبِنَا حَلَاوَةَ مَا اجْتَبَيْنَاهُ مِنْهَا، وَاسْتَبْدِلْهَا بِالكَرَاهَةِ لَهَا وَالطَّمَعِ لِمَا هُوَ بِضِدِّهَا

 

Artinya, “Ya Allah, kepada-Mu kami meminta pertobatan dan kelanggengannya. Kepada-Mu, kami berlindung dari maksiat dan sebab-sebabnya. Ingatkan kami agar takut kepada-Mu sebelum datang bahaya maksiat. Bawakan ketakutan itu untuk menyelamatkan kami dari maksiat dan dari pikiran di jalanan maksiat. Hapuskan kelezatan maksiat yang kami pilih dari hati kami. Gantikan kenikmatan itu dengan rasa tidak suka dan keinginan terhadap lawanan maksiat,”

 

👉 Doa ini diawali dengan permohonan tobat dan istiqamah di dalamnya. Doa ini juga berisi harapan agar Allah mengenyahkan kenikmatan maksiat dari dalam hati. Semoga Allah memberikan manfaat kepada kita melalui doa ini.


PENYAKIT HATI!



Mawas Diri dari Penyakit Hati

 

✍ Hati adalah cermin diri. Jika hati kita kotor, akhlak dan perilaku kita pun akan lebih kuat ke arah yang maksiat. Untuk itu, mari kita kenali penyakit-penyakit hati dan cara mengobatinya. Bila seseorang mengidap penyakit hati, maka dampaknya sungguh-sungguh sangat dahsyat. Ia tidak hanya tak mampu merasakan ketenangan, ketenteraman dan kebahagiaan dalam hidupnya, tapi penyakit hati itu secara perlahan akan menggerogoti fisiknya hingga membuatnya didera berbagai penyakit.

 

👉 Tentu saja penyakit hati sangat banyak ragamnya, mulai dari iri hati, dengki, hasut, fitnah, buruk sangka, dan khianat.

 

✍ Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan rezeki dan nikmat yang didapat oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Iri hati yang diperbolehkan dalam ajaran Islam adalah iri dalam hal berbuat kebajikan seperti iri untuk menjadi pintar agar dapat menyebarkan ilmunya di kemudian hari dan semacamnya.

 

✍ Dengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia dan berusaha untuk menghilangkan nikmat tersebut. Sifat ini sangat berbahaya karena tidak ada orang yang suka dengan orang yang memiliki sifat seperti ini. Begitupun hasud, merupakan suatu sifat yang ingin selalu berusaha mempengaruhi orang lain agar amarah orang tersebut meluap dengan tujuan agar dapat memecah belah persatuan dan tali persaudaraan agar timbul permusuhan dan kebencian antar sesama.☘

 

👉 Apalagi fitnah, yakni menjelek-jelekkan, menodai, merusak, menipu, membohongi seseorang agar menimbulkan permusuhan sehingga dapat berkembang menjadi tindak kriminal pada orang lain tanpa bukti yang kuat.

 

👉 Belum lagi buruk sangka. Buruk sangka berarti sifat yang curiga atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas. Sedangkan khianat merupakan sikap tidak bertanggung jawab atau mangkit atas amanat atau kepercayaan yang telah dilimpahkan kepadanya. Khianat biasanya disertai bohong dengan mengobral janji. Khianat adalah ciri-ciri orang munafik, Nauzubillah.

 

👉 Lalu, solusinya apa? Setidaknya ada dua hal, yakni ikhlas dan tawakkal. Ikhlas adalah salah satu amal hati dan berada pada bagian pertama dari rangkaian seluruh amal-amal hati. Kesempurnaan sebuah amal, diterima atau ditolaknya bergantung pada amal hati ini, ikhlas atau tidak.

 

👉 Berikutnya tawakkal. Kita harus yakin bahwa tak ada sesuatu pun yang menimpa kita di dunia ini, besar atau kecil. kecuali bahwa Allah telah menetapkannya sebelum kita lahir. Maka setelah kita berikhtiar dan berusaha secara maksimal, akhir dari itu adalah kepasrahan diri dan tawakkal atas apa yang ditakdirkan Allah. Insya Allah dengan tawakkal, kita bisa ikhlas dan rida menerima segala hal. Allah berfirman, "Katakanlah 'Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialan Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal..'," (QS At Taubah: 51).

 

✍ Solusi selanjutnya adalah berzikir dan istigfar. Zikir adalah amalan yang diperintahkan Allah SWT kepada kita. Karena dengan zikir ini kita dapat menghadirkan Allah dalam diri kita, kapan pun dan di mana pun kita berada. Ketika muroqobah (pengawasan) Allah melekat dalam diri kita, maka selalu ada usaha agar berbagai aktivitas yang dilakukan senantiasa berada dalam bingkai syariat dan sunah Rasul-Nya.

 

👉 Kita juga tidak pernah lepas dari dosa dan kesalahan, sehingga lantunan istigfar harus diperbanyak. Bahkan, Rasulullah Saw beristigfar 100 kali setiap hari, padahal beliau telah dijamin masuk surga. Maka kita yang tidak mendapatkan jaminan tersebut selayaknya lebih banyak dari jumlah istigfar Rasulullah Saw. Allah SWT berfirman:

 

 رَبَّنَا اغْفِرْ لَـنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَاۤ اِنَّكَ رَءُوْف رَّحيم

Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan jangan Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". (QS:  59 : 10)





Sunday, May 17, 2020

PERUSAK AMAL IBADAH



Ghibah Perusak Amal Ibadah

✍ Mungkin, selama ini kita mengira bahwa perbuatan ghibah hanyalah kesalahan biasa, bahkan menganggapnya bukan sebagai kesalahan, saking seringnya lidah kita dipergunakan untuk menggunjing, mengungkap, dan menyebarkan aib orang lain; atau saking ringannya jari-jari kita dipergunakan untuk menulis kata-kata umpatan dan hinaan kepada orang lain melalui media sosial. Na'udzu billah. Padahal, ghibah merupakan perbuatan dosa besar, sebab disebutkan dalam Alquran. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain, (Surat Al-Hujurat: 12).

✍ Menurut para ulama, di antara kriteria dari perbuatan dosa besar adalah larangan dan ancamannya disebutkan langsung dalam Alquran. Namun, sebelum masuk kepada ancaman dan konsekuensi dari perbuatan tersebut, ada baiknya kita melihat bagaimana pengertian ghibah itu sendiri. Sebab, boleh jadi banyaknya orang yang berbuat ghibah karena belum mengenali batasan-batasannya.

👉 Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw, “Apa itu ghibah, ya Rasul?” Ia menjelaskan, “(Ghibah itu) menceritakan saudaramu dengan sesuatu yang tidak disukainya.”. Sahabat tadi bertanya lagi, “Bagaimana jika apa yang aku ceritakan itu benar-benar terjadi pada saudaraku?” Dijawab oleh Rasulullah saw, “Jika apa yang kau ceritakan itu benar-benar terjadi, berarti kau telah mengghibahnya. Namun, jika apa yang kau ceritakan itu tidak terjadi, berarti kau telah berbuat kebohongan padanya.”

✍ Dari hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa ghibah artinya menceritakan apa yang terjadi pada orang lain yang apabila terdengar oleh orang yang diceritakannya pasti tidak menyukainya, meski apa yang diceritakan itu benar-benar terjadi padanya.☘

👉 Suatu hari, Siti ‘Aisyah pernah bercerita di hadapan Nabi saw tentang seorang wanita. Terakhir, Siti ‘Aisyah memungkas, “Alangkah pendeknya wanita itu, ya Rasul!” Mendengar demikian, ia langsung menegur, “Sungguh kau telah menggunjingnya.” Pernyataan Rasulullah saw itu mengisyaratkan bahwa apabila yang disampaikan Siti ‘Aisyah itu terdengar oleh wanita tadi, pasti tidak menyukainnya, meski keadaan wanita tersebut memang demikian adanya.

👉 Anehnya, mengapa para pelaku ghibah seakan mendapatkan “kenikmatan” tersendiri saat melakukannya. Tidaklah mengherankan karena Iblis senantiasa menggoda manusia melalui berbagai pintu, termasuk dari ghibah ini. Konon, bibir orang-orang yang senang berbuat ghibah, oleh Iblis dilumati dengan madu, sebagaimana dikisahkan Al-Ghazali dalam Mukâsyafatul Qulub. Tujuannya agar mereka selalu merasa “manis” saat membicarakan dan menyebarkan aib orang.

✍ Dikisahkan, dalam sebuah perjalanan, Nabi Isa as pernah bertemu dengan Iblis yang sedang membawa madu di salah satu tangannya dan membawa abu di tangan lainnya. Ditanya oleh Nabi Isa, “Apa yang akan kaulakukan dengan madu dan pasir itu, hai musuh Allah?” Iblis menjawab, “Madu ini akan kuoleskan pada bibir para ahli ghibah agar mereka merasa manis dan semakin giat melakukan ghibahnya. Sementara abu ini kubalurkan pada wajah anak-anak yatim, sehingga orang-orang merasa benci kepada mereka.”